Menulis untuk perubahan, sebuah kalimat yang dapat menggambarkan ruh pelatihan menulis yang diadakan untuk Komunitas Bogor di Aula Baehaqi P4W IPB, Minggu, 15 Januari lalu.

 

Peserta Workshop Menulis sedang serius membuat tulisan.

Antusias dan penuh semangat terpancar dari raut wajah dan tegapnya langkah peserta yang berasal dari berbagai Komunitas di Bogor dalam mengikuti pelatihan menulis yang diadakan oleh Divisi Penulisan Bogor Hujan Komunitas dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor hari itu. Suasana semakin segar seketika para pemateri berbagi dan menginspirasi seluruh peserta yang berasal dari 35 Komunitas dan Organisasi di Bogor. Di awali oleh Kang Haqi dari Terminal Hujan yang berbagi pengalaman menulis Novel Terminal Hujan dan menginpirasi bahwa menulis itu asyik, kemudian peserta juga diperkenalkan mengenai dunia penerbitan, untuk itu, panitia menghadirkan Novan Dwi Andika dari Penerbit Kinonedia Academy. Pelatihan yang memiliki tujuan untuk membuat buku bersama ini juga bertujuan untuk memperkenalkan Komunitas-Organisasi beserta gerakan perubahannya, sadar akan hal itu, Kak Betta dari Komunitas Arteri dan Perempuan Puisi dihadirkan dan memotivasi mengenai Menulis untuk Perubahan. “Kami ingin membuat buku bersama yang ditulis oleh perwakilan-perwakilan Komunitas, untuk itu kami mengadakan pelatihan agar kemampuan perwakilan semakin terasah dan hasil bukunya luar biasa.” Jelas Cintya Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Divisi Penulisan

 

Kak Betta, Pendiri Arteri Bogor dan juga Ibu Lurah Perempuan Puisi sedang menginspirasi peserta tentang Menulis untuk Perubahan

Menulis merupakan hal yang bisa dilakukan karena sudah dekat dengan banyak individu sejak masa pendidikan dasar, namun perlu ketelatenan dan bimbingan lebih untuk dapat menghasilkan karya yang lebih baik, untuk itu, pelatihan menulis inipun dibimbing oleh satu orang mentor yang merupakan Dosen FISIB Universitas Pakuan yang juga sekaligus pegiat Komunitas Kelas Bogor, Nur Utami Sariat Kurniati dan selain itu, peserta juga difasilitasi oleh fasilitator dari berbagai kalangan. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 sampai 16.00 sore itupun ditutup dengan praktik langsung membuat garis besar penulisan, dimana di sesi pelatihan kedua yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 2017 mendatang, peserta dapat mencipta karya tentang komunitas dan organisasi masing-masing dan kemudian dibukukan sehingga dapat diluncurkan ke tengah masyarakat Bogor di usia Bogor Ngariung yang ke-tiga tahun, yaitu bulan Maret 2017.

Bu Tami dari Komunitas Kelas Bogor memberikan motivasi bahwa menulis itu harus bisa.

 

Bogor Ngariung adalah wadah komunitas dan organisasi perubahan di Bogor yang bergerak melalui bidang Pendidikan, Lingkungan, Sejarah, Sosial, Seni, Olahraga dan Media.

 

Bogor Hujan Komunitas adalah ajang pameran komunitas yang akan dihelat pada tanggal 30 September 2017 dan 1 Oktober 2017 di Gor Padjadjaran.

Salam,

Robby Firliandoko

 

%d bloggers like this: