“You must be the change you wish to see in the world.” -Mahatma Gandhi, Indian Independence Leader

Dua puluh Mei 109 tahun silam, Sutomo, 20 tahun, berada di Batavia. Saat itu, telah lima tahun ia menempuh pendidikan di STOVIA, sekolah kedokteran bentukan Belanda –kini menjadi Fakultas Kedokteran UI. Melalui serangkaian takdir Tuhan, Sutomo bertemu dengan Wahidin Sudirohusodo –seorang dokter 56 tahun.  Pertemuan itu menggugah Sutomo. Interaksi dr. Wahidin Sudirohusodo dengan kalangan pribumi seantero Jawa membuka pandangan Sutomo. Bahwa rakyat sangat tertindas akibat penjajahan.

Gagasan dr. Wahidin sangat sederhana; setiap orang berhak mendapatkan pendidikan. Tergerak oleh gagasan itu, Sutomo dan beberapa pelajar lain di STOVIA, mendirikan Budi Utomo. Sebuah organisasi yang viral. Hanya dalam sepuluh tahun, 40.000 orang mendaftar. Beberapa puluh tahun berikutnya, rakyat Indonesia berhasil mewujudkan gagasan yang dicita-citakan dr. Wahidin, Sutomo, dan tokoh lainnya: Kemerdekaan.

Kini 2017. Saya berada di Bogor, dan tergugah dengan semangat beberapa kawan disini. Persis seperti para pendahulu, mereka memulai sebuah gerakan dengan gagasan. Gagasan yang bangkit dari semangat menggelorakan kebaikan di seantero Kabupaten dan Kota Bogor. Nama gagasan itu, Bogor Ngariung.

Selama tiga tahun gagasan ini bergulir, saya melihat berbagai kebaikan telah terukir. Saya ingat menyaksikan langsung bagaimana Bapak Walikota Bogor mau turun push-up 50 kali di Taman Sempur, demi menggalang dana bagi korban bencana asap 2014. Selain itu saya juga melihat komunitas-komunitas hebat lain mau turut bergabung serta memberikan sumbangsih terbaiknya, dalam berbagai bentuk. Bahkan, para pegiatnya rela menggunakan akun pribadi untuk menyuarakan isu sosial dan lingkungan.

Kini telah 90 komunitas penggerak perubahan seantero Bogor menggabungkan diri. Bersama-sama, mereka terus ngariung dan melahirkan karya. Meluncurkan Buku. Melakukan Aksi Bersama. Mengajak masyarakat menyumbang Penggalangan Dana. Selain itu, sebentar lagi, teman-teman hebat ini akan menggelorakan #BogorHujanKomunitas. Insyaallah.

Melalui Budi Utomo dan Bogor Ngariung, begitu banyak pembelajaran yang saya temukan. Bahwa sebuah gagasan itu hidup dengan aksi nyata. Bahwa aksi nyata itu hebat jika dilakukan bersama-sama. Bahwa pencapaian hebat itu dimulai dari keikhlasan. Bahwa keikhlasan itu akan bergulir melalui riungan.

Salam,

Ibnu Djula

%d bloggers like this: