Social Media atau Jejaring Sosial saat ini menjadi gaya hidup masyarakat dunia, terutama anak muda. Periksa saja smartphone teman-teman kalian, setidaknya disana ter-instal minimal 3 (tiga) aplikasi social media seperti: twitter, facebook, instagram, path, line, linkedIn, google+, snapchat, tumblr, vine, periscope, steller, dan lain-lain. Tidak dipungkiri lagi keberadaan social media ini telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam berkomunikasi dan berinteraksi di dalam kehidupan sosial.

Dalam kehidupan berkomunitas, ada banyak sekali fungsi social media yang dapat dimanfaatkan. Saat ini banyak sekali komunitas yang memanfaatkan social media untuk memperkenalkan komunitasnya, menjaring anggota, sharing kegiatan, sampai campaign perubahan sosial. Tentu hal ini lebih baik dibandingkan sekedar memanfaatkan social media untuk menyebarkan berita hoax, baper-baperan sama mantan, sampai stalking timeline mantan.

Ada banyak sekali komunitas yang memanfaatkan social media untuk mendukung kegiatan komunitasnya, salah satunya adalah Komunitas Indonesia Berkebun yang pada Bulan Agustus lalu membuat campaign #17anIDBerkebun untuk meramaikan Kemerdekaan Indonesia. Dan hasilnya sangat luar biasa, lihat saja hasil penelusuran hashtag #17anIDBerkebun di twitter yang ramai dibicarakan. Tentu hal ini karena strategi pemilihan channel promosi yang tepat,dan didukung oleh kontribusi anggota dan follower yang loyal.

Ada juga salah satu komunitas yang saya baru tergabung beberapa hari lalu, yaitu Komunitas Satu Minggu Satu Cerita. Secara mengejutkan komunitas ini berhasil mengumpulkan 100 anggota dari seluruh Indonesia dalam waktu hanya seminggu. Tentu saja saya bisa bilang kalau Komunitas ini sudah berhasil memanfaatkan kelebihan social media yang dapat mengatasi permasalahan jarak dan waktu sehingga dapat menjangkau anggota di seluruh Indonesia.

Pada Hari Sabtu lalu juga, Komunitas Stand Up Indo Bogor, salah satu Komunitas yang saya ikuti sejak Tahun 2011 baru saja mengadakan pembukaan #OpenMicBGRtour 2017 yang rutin diadakan setiap awal tahun. Acara ini akan diadakan rutin setiap Sabtu mulai tanggal 7 Januari 2017 sampai Bulan Maret 2017 di beberapa cafe di Bogor.

Ada yg mau coba #OpenMicBGR ? Yuk ikut #openmicbgr di Dapoer Item di Jalan Pajajaran No.3F biar kamu nggak makin jomblo aja diem di rumah :p – WA

A photo posted by Bogor Ngariung #KomunitasBogor (@bogor.ngariung) on

Tentu saja Komunitas Stand Up Indo Bogor juga memanfaatkan Social media untuk mempromosikan acara ini. Mulai dari Twitter, Instagram, Facebook, youtube, sampai Line@, selain itu websitenya pun selalu aktif diupdate. Melalui jejaring-jejaring ini mereka selalu mempromosikan kegiatan-kegiatannya, berkomunikasi dengan follower, sampai berbagi ilmu tentang Stand Up Comedy.

Mc #OpenMicBGRtour malam ini yang terhormat @ridwanremin

A photo posted by Stand Up Indo Bogor (@standupindo_bgr) on

Selain Social Media yang dimiliki komunitas, anggota-anggotanya juga sangat loyal untuk sama-sama mempromosikan kegiatan komunitasnya. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan awareness dan engagement komunitas kita. Selain itu anggota yang berprestasi dan memiliki follower yang banyak juga dapat meningkakan influence yang baik terhadap komunitas kita.

Camkan itu saudara – saudara.. kami akan menebar kebahagiaan #OpenMicBGRtour #@standupindo_bgr

A photo posted by Jui Purwoto (@juipurwoto) on

Itu adalah contoh-contoh komunitas yang memaksimalkan social media untuk mendukung kegiatan komunitasnya, bagaimana dengan komunitas kamu? Pastinya sudah menggunakan social media juga kan? Share di kolom komentar yuk bagaimana komunitas kalian memanfaatkan social media.

%d bloggers like this: