Anak-anak merupakakan elemen yang paling terdampak bencana alam. Sehingga, mitigasi bencana perlu dilakukan. Hal tersebut yang mendasari Komunitas Gerakan Cerdas Iklim (GCI) untuk mengedukasi siswa-siswi agar sadar terhadap perubahan iklim, mau menjaga lingkungan dan siaga terhadap risiko bencana alam. Kegiatan kampanye menjaga lingkungan ini merupakan rangkaian yang dilakukan selama tiga minggu pada bulan Februari di SD Ciampea 1, Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

Ketua GCI menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan yang dilakukan di SD Ciampea 1 ini untuk mengedukasi tentang Perubahan Iklim, Bencana dan Lingkungan di SD Ciampea 1, Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. “Pada rangkaian terakhir ini kami mengajak adik-adik untuk kampanye menjaga lingkungan dengan membuat kreasi yang akan menghiasi dinding sekolah. Mini mading ini diharapkan dapat menjadi pengingat atas materi-materi yang telah diberikan,” kata Egi.

Egi menambahkan bahwa pada pertemuan pertama yang diselenggarakan pada tanggal 15 Februari GCI mengajak adik-adik untuk mengenal iklim, cuaca, awan dan sebagainya. “Kami juga memperkenalkan musim-musim di Indonesia dan di luar negeri. Sehingga adik-adik tahu bahwa Indonesia memiliki dua musim dan ada beberapa negara yang memiliki empat musim,” kata Egi.

Kemudian pada pertemuan kedua yang diselenggarakan pada tanggal 22 Februari, GCI memperkenalkan tentang bencana alam. Egi juga menjelaskan bahwa perubahan iklim merupakan salah satu pendorong terjadinya bencana alam. “Kenapa akhir-akhir ini hujannya jadi lebih deras dan musim kemaraunya jadi lebih panjang. Itu adalah dampak perubahan iklim dan kita rentan terhadap risiko bencana. Untuk itu kami ajak adik-adik untuk tanggap terhadap bencana,” tambahnya.

Perwakilan Sekolah SD Ciampea 1 Ibu Yuli menyampaikan terima kasih kepada GCI dan berharap praktik ramah lingkungan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Ilmu yang kami dapat pasti ada manfaatnya dan semoga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pada rangkaian terakhir ini ditutup dengan Lomba Cerdas Cermat sebagai pascates dan juga penghargaan kepada Pihak Sekolah dan Duta GCI.

Salah satu Siswa Kelas 4 SD Ciampea 1 Rendi Rahardian yang juga menjadi Duta GCI menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh kakak-kakak GCI seru. “Saya sudah mulai pakai botol, Kak. Dan kalau belanja pakai tas. Tapi belum ajak ayah-ibu, lupa wae,” kata Rendi.

Lebih lanjut, Egi menjelaskan bahwa langkah kecil yang selalu GCI sampaikan kepada adik-adik untuk menjaga lingkungan dan tanggap terhadap bencana adalah mengelola sampah pada tempatnya dan menanam pohon. Setelah ini, GCI akan ada kerja sama dengan Kedubes Belanda dan projek kedua pada bulan Juli.

Penulis : Robby Firliandoko
Foto : Dokumentasi