Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim, turut menghadiri pertemuan pertama anggota baru relawan Bogor Ngariung yang tergabung dalam Tim Bogor Ngariung Development Program (BNDP) pada Minggu (8/11) di Sekolah Alam Bogor. Kegiatan yang bertajuk “Bogor Ngariung On-Board” tersebut diikuti oleh sekitar 25 orang anggota baru dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Koordinator utama Bogor Ngariung, Robby Firliandoko menjelaskan, kegiatan yang diselenggarakan ini merupakan kegiatan pertama kali yang dilaksanakan secara tatap muka sejak COVID-19 mulai mewabah di Indonesia. Terhitung sejak pertengahan bulan Maret, agenda kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya sesuai program kerja terpaksa harus dimundurkan dari jadwal dan bahkan dibatalkan.

“(Akhir) Bulan Maret harusnya kita melakukan Aksi Bersama Bergerak dari Hulu di Kampung Cibulao, Desa Tugu Kujang Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Namun kegiatan aksi ini harus terpaksa dibatalkan mengingat kondisi saat itu yang tidak memungkinkan untuk berkumpul dan melakukan kegiatan secara bersama-sama,” ujarnya.

Robby menuturkan, kekhawatiran besar yang dirasakan terkait dengan pandemi ini adalah hilangnya semangat komunitas-komunitas untuk terus bergerak menghadirkan perubahan di masyarakat. Banyak kegiatan komunitas yang terganggu efek dari pandemi COVID-19 sehingga mengharuskan beberapa komunitas tidak berkegiatan.

“Salah satu efek pandemi yang membuat gelisah yaitu sirnanya kegiatan komunitas, hilangnya pemuda-pemudi yang peduli, serta padamnya semangat kontribusi komunitas. Namun tentu hal itu harusnya bukan menjadi sebuah halangan, pada hari ini melihat antusiasme dari kawan-kawan membuat semua kekhawatiran itu pergi. Hari ini kami untuk pertama kalinya berkumpul kembali, bertatap muka, bertepatan dengan hadirnya keluarga baru yang menjadi bagian dari Bogor Ngariung untuk bersama-sama berkontribusi dan bersinergi membangun Bogor, kota kita tercinta,” ungkapnya.

Bogor Ngariung yang menjadi wadah bagi para komunitas pegiat perubahan diharapkan dapat menjadi media bagi antar komunitas untuk melakukan sinergisitas tersebut. Robby mencontohkan, komunitas bidang lingkungan yang tergabung di Bogor Ngariung melakukan ngariung di pinggir sungai Ciliwung beberapa waktu yang lalu untuk mendiskusikan permasalahan dan solusi mengenai masalah di lingkungan Kabupaten Bogor.

Di akhir, Robby mengajak kepada semua pihak untuk berkolaborasi dan bersinergi terlepas dari pandemi saat ini. Bersama-sama saling bantu-membantu untuk tetap terus membangun dan menebar kebaikan. Robby menyebutkan, saat ini komunitas Sekolah Bersama Yuk (Sebersy) dan komunitas Rumah Merah Putih (RMP) sedang mengalami kendala terkait dengan teknis pembelajaran yang biasa mereka lakukan.

Sistem pembelajaran yang tadinya dilakukan secara tatap muka langsung, mengharuskan beralih ke pembelajaran secara daring atau virtual yang mana ini sangat menyulitkan bagi mereka.

“Ada dua kampung prasejahtera di Bogor yang biasanya ada kegiatan belajar dari komunitas Bogor. Dua kampung tersebut yaitu Kampung Ceger yang dibina oleh Komunitas Sekolah Bersama Yuk (Sebersy), serta Kampung Mongol yang dibina oleh Komunitas Rumah Merah Putih (RMP). Namun pandemi saat ini mengharuskan kegiatan mereka di sana terhenti, maka dari itu kami mengajak kepada semua pihak untuk ikut membantu dan terlibat menyediakan fasilitas atau bantuan dalam bentuk apapun itu,” tuturnya.

Sementara itu, Dedie A. Rachim pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa saat ini ke depan, pemerintahan Kota Bogor terus berupaya untuk membangun sumber daya manusia unggul di Bogor. Para pemuda serta pegiat industri kreatif dikatakan memiliki peran besar dengan apa yang dicanangkan pemerintah, terlebih saat ini dengan adanya rencana pembangunan Bogor Creative Center yang akan selesai pada tahun mendatang.

“Kota Bogor insyaAllah akan punya satu tempat yang namanya pusat seni dan budaya Bogor atau yang kita sebut Bogor Creative Center. Oleh karena itu, kami mengumpulkan insan-insan kreatif, meskipun selalu ada banyak perbedaan namun harus tetap kompak, jadi maju bersama. Apa yang sudah pemerintah Kota Bogor dorong, ada di depan mata, akan terwujud. Bogor Creative Center Itu harus ada yang jalanin, maka tentu yang bisa menjalankan yaitu insan-insan kreatif yang punya kegiatan, punya rencana, serta jaringan,” ujarnya pada saat memberikan sambutan.

Lebih jauh Dedie menambahkan, masyarakat Kota Bogor harus memiliki visi. Kota Bogor yang saat ini dapat dikatakan sebagai ibukota de facto memiliki potensi besar yang harus dimanfaatkan oleh masyarakat. Maka dari itu ke depan masyarakat Kota Bogor diharapkan dapat mencerminkan karakter baik, memiliki reputasi yang baik, sehingga tujuan untuk kesejahteraan bersama dapat tercapai.

“Masyarakat Bogor harus kelihatan modern dengan karakternya yang baik, itu yang harus kita bangun. Pemuda perlu berpikir ke depan, jangan bicarakan hal yang membuat akhirnya kita selalu berada di belakang. Bogor Ngariung jangan hanya sekedar ngariung tapi bagaimana juga membantu kotanya untuk maju. Semoga Kota Bogor ke depan bisa menjadi salah satu pusat untuk pengembangan bisnis, kreatifitas anak muda, dan harapannya Bogor Ngariung punya kontribusi dan andil besar untuk hal itu,” pungkasnya.

Penulis : Acep M. Rusman
Editor : Rausyan Fikry H.