Kelas Bogor bekerja sama dengan Universitas Pakuan dan Hidroponik Bogor mengadakan kelas dan pelatihan mengenai “Pengembangan Keterampilan Promosi Video Di Media Sosial pada Komunitas Nirlaba di Kota Bogor” pada Sabtu, 24 Februari 2018 lalu di Gedung Graha Pakuan Siliwangi, Universitas Pakuan

Dihadiri oleh 15 orang yang perwakilan dari berbagai Komunitas di Bogor Ngariung, kelas dan pelatihan tersebut diisi oleh 3 pembicara dari Dosen yang mengabdi di Universitas Pakuan yaitu Feri Ferdinan, M.I.Kom, Robi Jayawinangun, M.Si, dan Dini Valdiani, M.Si.

Acara dibagi menjadi 3 sesi yang saling berhubungan satu sama lain, dimana peserta belajar secara runtut apa yang harus disiapkan untuk mengoptimalisasikan promosi di media sosial dalam bentuk video. Pada dasarnya hal ini sangatlah penting bagi Komunitas, karena kita ketahui bersama bahwa untuk keberlangsungan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap Komunitas pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan biasanya biayanya dari uang kas masing-masing Komunitas. Namun, komunitas harus lebih cerdik mendapatkan biaya-biaya tersebut dengan melakukan promosi acara dengan baik dan menjual barang-barang hasil kreativitas Komunitas tersebut.

Pada sesi pertama yang dibawakan oleh Roni Jayawinangun, M.Si, berisi tentang betapa pentingnya Humar Resources Management atau manusia sebagai sumber daya organisai. Hal ini tanpa kita sadari adalah aspek penting dalam membuat video promosi yang berkualitas, bagaimana kita memilih orang yang memang memiliki kapasitas, bagaimana bekerja dengan efektif di bidang dokumentsi dan publikasi dan menjelaskan beban kerja yang menjadi tanggungjawab sumber daya Manusia bidang dokumentasi dan publikasi. “Sederhananya, bagaimana kita bisa membuat sebuah video yang berkualitas jika orang di balik kamera kurang menguasai tekniknya, sering kali kita menunjuk orang secara asal untuk menjadi bagian dokumentasi atau publikasi. Hal ini harus segera dihindari demi kualitas video yang akan dibuat untuk tujuan promosi acara atau berjualan,” jelas Roni Jayawinangun.

Menyambung dari materi pertama, Feri Ferdinan A., M.I.Kom, sebagai pemateri kedua menjelaskan mengenai teknis proses pengambilan gambar, bagaimana teknis penyuntingan gambar, bagaimana teknis kemasan gambar yang sesuai kebutuhan dan mengenai spesifikasi konten yang sesuai dengan media sosial. Kali ini para peserta diajak untuk berfikir kreatif untuk mulai masuk pada konten sebuah video, namun sebelum itu, beliau tidak lupa menjelaskan mengenai tahap membuat video yaitu pra produksi, produksi dan paskaproduksi. “Pembuatan sebuah video haruslah memiliki konten yang unik serta kreatif agar menimbulkan rasa penasaran untuk orang lain melihat video tersebut, hal ini sebenarnya sederhana jika kita sudah memiliki perencanaan yang baik ketika dalam rapat pra produksi karena yang dilakukan adalah implementasi perencanaan, liputan dan shooting,” jelas Feri Ferdinan.

Pasca Produksi, mungkin ini yang sering menjadi batu pengganjal dalam pembuatan sebuah video karena yang harus dilakukan dalam paskaproduksi adalah pemilihan gambar, pemilihan efek dan transisi gambar serta render. Hal ini yang kadang malas dilakukan karena membutuhkan semangat dan antusias yang tinggi demi terciptanya video yang berkualitas.

Melanjutkan materi pertama dan kedua yang menjelaskan mengenai sumberdaya manusia dan juga pra hingga paskaproduksi, sesi terakir kelas dan pelatihan ini menjelaskan mengenai Strategi Pengunggahan Konten di Media Sosial yang dibawakan oleh Dini Valdiani, M.Si

Dini Valdiani, M.Si memberikan tips dalam menggunakan media sosial antara lain: tidak menyebarkan data terlalu pribadi, tidak Menghujat atau menghina orang lain, tidak mengunggah terlalu sering, jangan memproduksi atau merepost apapun yang belum jelas sumbernya, dan selalu mencantumkan sumber konten hasil repost milik orang lain

Selain itu, pemateri ketiga ini menambahkan penjelasan mengenai waktu terbaik mengunggah video di media sosial. “Menurut penelitian di Latergramme terhadap 61.000 post di Instagram, waktu terbaik untuk mengunggah di Instagram adalah jam 2 dini hari dan jam 5-6 sore hari. Dan jam terburuk adalah jam 9 pagi. Sementara untuk hari hari terbaik memposting di Instagram adalah hari rabu, sabtu dan minggu, engagement (Likes dan Comments) di hari rabu menurut penelitian terbukti paling banyak,” ujar Dini valdiani.

Banyak dari kita menganggap bahwa kekuatan media sosial belum sebesar kekuatan promosi secara lisan dari mulut ke mulut atau melalui media cetak dan media televise. Saat ini sudah banyak perubahan-perubahan pola kebiasaan yang dilakukan oleh banyak orang yaitu senang menggunakan telefon genggam mereka atau yang biasa kita sebut smartphone dimana mereka menunggu informasi-informasi terbaru, memilih barang yang mau mereka beli, bahwa memilih agenda apa yang akan mereka lakukan di kala senggang. Kita harus memaksimalkan hal tersebut, peserta di ruangan merasa bahwa mengelola media sosial sangatlah penting untuk wadah promosi.

Selanjutnya perwakilan Kelas Bogor dan Universitas Pakuan memberikan hadiah bagi peserta yang membuat video paling menarik ketika acara sedang istirahat. Semua bahagia, semua mendapatkan ilmu baru dan saat itu kita semua mendapatkan pengalaman berharga dari apa yang peserta dengarkan.

Penulis: Arief Yudha Prawira (Kelas Bogor)