Minggu, 22 November 2020 menjadi hari penting bagi Cibinong Society dan Berkawan Indonesia. Pasalnya, dua komunitas Bogor itu bersinergi bersama dalam kegiatan bertajuk “Sehat Bersama Saung Dandeur.” Selain keduanya, turut terlibat pula pemuda-pemudi dari Saung Dandeur itu sendiri, bersama anak-anak di Kampung Bojong, Gunung Putri, Bogor yang sekaligus menjadi peserta. Tim Bogor Ngariung pun bertugas untuk meliput berlangsungnya kegiatan sejak awal gelaran acara.

Kegiatan dibuka dengan sekapur sirih dari Kang Haris selaku perwakilan Saung Dandeur. Ia berterima kasih kepada Cibinong Society dan Berkawan Indonesia karena telah mengajak mereka dalam bekerja sama dan bersinergi. Ia pun berharap ke depannya, kegiatan kolaborasi ini dapat berkelanjutan dan menjadi ruh bagi keberlangsungan komunitas.

Setelah itu, para peserta beserta kakak-kakak Cibinong Society, Berkawan Indonesia, dan Saung Dandeur serentak berdiri. Irama lagu “Baby Shark” terdengar melalui pengeras suara—ternyata mereka akan melakukan senam pagi! Mengikuti aba-aba dari kawan-kawan Cibinong Society, mereka bergerak ria penuh canda tawa, memanaskan tubuh agar fresh sampai akhir kegiatan nanti. Semangat dan antusias anak-anak memancarkan kegembiraan Minggu pagi. Mereka sangat menikmati aktivitas senam dan siap meluncur ke agenda berikutnya.

Edukasi pembuatan sabun cair oleh teman-teman Berkawan Indonesia adalah kegiatan selanjutnya. Dipimpin oleh Kak Widi, semua anak serius mengamati prosesnya. Pertama-tama, Kak Widi menjelaskan bahan-bahan yang dipakai dalam membuat sabun, seperti tong plastik, pengaduk, dan beberapa jenis bubuk. Kak Widi pun turut mengajak anak-anak untuk maju ke depan dan membantunya mengaduk campuran di dalam tong plastik.

Setelah agenda membuat sabun selesai, giliran Cibinong Society yang kembali beraksi. Mereka memberikan himbauan mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada anak-anak, khususnya di masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini. Sesuai dengan tema yang diusung, “Sehat Bersama Saung Dandeur”, kakak-kakak Cibinong Society berusaha mentransfer pemahaman tentang PHBS untuk diterapkan di kehidupan nyata.

Kawan-kawan Saung Dandeur pun tak mau ketinggalan meramaikan suasana. Seusai istirahat makan siang, mereka membawakan aksi teatrikal bersama anak-anak Kampung Bojong. Tentu saja, tema teater pun tak jauh-jauh dari acara: aksi tanggap cepat terhadap pandemi Covid-19.

Diwawancarai pasca kegiatan, Kak Panca, perwakilan Cibinong Society sekaligus koordinator utama acara mengatakan bahwa sebenarnya, kegiatan “Sehat Bersama Saung Dandeur” datang dari keresahan Cibinong Society terkait rencana pembangunan taman baca yang belum terealisasi. Mereka akhirnya mengajak Berkawan Indonesia yang memang berfokus di kegiatan literasi, serta Saung Dandeur yang telah memiliki taman baca untuk membuat sebuah acara khusus.

“Pertama, mulai dari donasi yang telah dibuka untuk membuat perpustakaan di kota Cibinong yang belum sempat dibangun. Maka kita mengadakan kolaborasi dengan Saung Dandeur, karena dia kan taman baca. Jadi, kita membangun bersama saung ini.”

“Terus, ketemu juga dengan Berkawan Indonesia yang memiliki kegiatan Berbagi Buku. Setelah itu ya, kenapa ngga begitu, kita kolaborasi tiga komunitas. Untuk temanya sendiri kita lebih menyesuaikan ke masa pandemi, bahwa kita itu belum menang, kita harus sehat,” tutur Kak Panca menjelaskan.

Untuk persiapan acara, nyatanya ketiga komunitas itu belum pernah bertemu secara tatap muka sampai hari eksekusi kegiatan. Selama ini, mereka menyiapkan semuanya via online.

“Persiapannya sendiri, karena kita dari tiga komunitas berbeda, jarak dan waktu juga terganggu, jadi kita selalu komunikasi via video call WA. Jadi, masing-masing komunitas menyiapkan persiapannya sendiri.”

“Dalam jangka waktu yang cukup singkat, karena waktu itu merencanakan kan akhir Oktober ya, jadi ini sudah cukup lumayan sih. Dan belum pernah ada pertemuan offline sama sekali. Offline pertama, langsung acara,” ujarnya menekankan.

Di sisi lain, Kak Widi dari Berkawan Indonesia juga menuturkan, karena komunikasi yang terbatas, akhirnya tidak semua agenda bisa berlangsung sesuai jadwal. Ada improvisasi yang dibutuhkan, tapi menurutnya itu sudah biasa terjadi pada kegiatan-kegiatan komunitas dimanapun.

“Jadi ngga langsung (persiapan tatap muka, ed), terus jadi ngga tahu medan aslinya, terus rundown acaranya ada yang dihapuskan. Kayak Berkawan Indonesia tuh ngga jadi bikin dongeng. Pantomim dari Berkawan Indonesia itu insidental, buat mengisi waktu. Kegiatan komunitas kebanyakan seperti itu, kalau sudah di lapangan jadinya beda.”

“Tapi secara eksekusi, sejauh ini aman banget,” kata Widi.

Sementara itu, dua perwakilan Saung Dandeur, Kang Haris dan Kang Ahong, ikut berkomentar mengenai acara yang diadakan di tempat mereka. Keduanya sama sekali tak berekspektasi bahwa “Sehat Bersama Saung Dandeur” akan berjalan seheboh itu. Mereka pun berharap, akan ada kolaborasi lainnya dengan komunitas-komunitas lain, karena Saung Dandeur memiliki tempat dan anak-anak yang antusias.

“Acara sesuai rundown, malah kita ngga nyangka bakal seseru ini. Karena awalnya kita pikir, ‘wah bakal hujan nih, bakal acak2an nih acara’. Ternyata ngga, alhamdulillah ngga hujan. Lalu teatrikal untuk pertama kali dan melibatkan adik2, itu bisa berjalan dengan mulus, bisa pecah lah.”

“Kami juga berharap, teman-teman dari luar yang mau kolaborasi atau mengadakan kegiatan, dan kami kebetulan memiliki tempat atau wadah, kami juga memiliki anak-anak yang suka bermain dan interaktif. Jadi, hal-hal seperti ini terus terjalin ke depannya,” tutur Kang Haris.

Penulis : Fauzan Hanif
Editor : Fikry Hawali