Maju mundurnya nasib sebuah bangsa ditentukan oleh karakter masyarakatnya dan potensinya setiap daerahnya. Sadar akan hal itu, IPB Mengajar mengadakan Diskusi Pendidikan 2017 pada Minggu, 22 Oktober 2017 di Auditorium FMIPA, IPB Dramaga.

Diskusi Pendidikan 2017 menghadirkan 3 elemen, dari Pemerintahan, Akademisi dan Perwakilan Pemuda

Diskusi Pendidikan merupakan acara tahunan IPB Mengajar yang mengajak komunitas, organisasi, Dinas Pendidikan Kota Bogor maupun perseorangan dalam sebuah diskusi.
Tema yang diangkat pada tahun ini adalah “Peran Pemuda sebagai Generasi Penerus Bangsa dalam Menguatkan Pendidikan Karakter Anak melalui Kearifan Lokal”.
Kegiatan yang dipandu oleh Muhammad Rasyid Shidiq dan Sri Ambar Wulan dari Manajemen IPB Mengajar ini dihadiri oleh Fachrudin selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Dr. Ir. Dwi Hastuti M.Sc selaku Dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen FEMA IPB, dan Robby Firliandoko selaku inisiator Bogor Ngariung.

Acara Diskusi Pendidikan turut dihadiri oleh para pemateri yang ahli dalam bidangnya masing-masing dengan sistem talkshow yang terbagi menjadi 3 sesi.

Sesi pertama disampaikan oleh Dr. Ir. Dwi Hastuti, M.Sc dengan tema Pendidikan Karakter untuk Generasi Muda Indonesia Berkualitas. Tak lupa di akhir materi yang diberikan, bu Tuti mengajak untuk tetap menjaga ‘jiwa pengajar’ kepada seluruh pemuda.
“Dalam pendidikan karakter, guru dan sekolah adalah hal yang utama, oleh karena itu guru dan sekolah harus mampu mengajak anak-anak untuk mau belajar,” jelas Ibu Tuti.

Dr. Ir. Dwi Hastuti M.Sc sedang menjelaskan mengenai peran pendidikan karakter terhadap kemajuan sebuah bangsa.

Sesi kedua disampaikan oleh Bapak Fahrudin selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor. Materi yang disampaikan mengenai Peran pemerintah dalam meningkatkan pendidikan karakter anak melalui sekolah formal. Pak Fahrudin juga menjelaskan bahwa Bogor telah menetapkan Arena Juara (Aman, religius, nasionalis, agamis dan jujur, unggul, antusias, ramah, dan agamis) bagi seluruh Sekolah Dasar yang ada di Bogor.
Tak lupa beliau juga menjelaskan bahwa tujuan pendidikan nasional diambil dari do’a-do’a para orang tua, dan pria yang akrab dipanggil Fahmi juga mengapresiasi Komunitas Bogor yang berkontribusi melalui bidang pendidikan. “Orang tua dan sekolah adalah pondasi utama pendidikan karakter tunas bangsa, oleh karena itu kami memiliki program yang kami sebut Arena Juara, selain itu, kami juga mengarahkan kepada wali murid TK da SD untuk memilih sekolah yang lokasinya dekat dari rumah agar sang anak berani dan mandiri untuk berangkat ke sekolah,” jelas Kadisdik Kota Bogor kepada pengajar muda.

Bapak Fahrudin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor menceritakan pengalaman sebagai guru

Sesi ketiga disampaikan oleh Kang Robby Firliandoko selaku tokoh pemuda yang juga inisiator Bogor Ngariung. Robby menyampaikan materi mengenai Peran pemuda dalam pendidikan karakter anak. Beliau mengajak untuk semua pemuda, maupun komunitas, ikut turut berperan aktif dalam meningkatkan dunia pendidikan, mulai dari hal-hal yang kecil. “Masalah selalu ada di sekitar kita, sudah saatnya kita tidak hanya mengeluh, mari ikut aktif dalam kegiatan perubahan, karena kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Salam Ngariung, Salam Perubahan!”, ajak Robby kepada seluruh peserta.

Robby Firliandoko, inisator Bogor Ngariung memperkenalkan Komunitas Pendidikan Bogor dan mengajak yang lainnya untuk melakukan aksi nyata

Acara dilanjutkan dengan penutupan kegiatan Education Weeks in School (Edelweis) 2017 yang merupakan kegiatan pengabdian oleh 12 Pengajar Inspiratif VI IPB Mengajar. Prosesi penutupan dilakukan dengan presentasi hasil kegiatan Edelweis 2017 dan dilanjutkan pemberian sertifikat kepada 12 Pengajar Inspiratif VI IPB Mengajar.


IPB Mengajar merupakan lembaga struktural IPB yang memiliki fokus untuk menanamkan 6 pendidikan karakter di beberapa daerah di Bogor, terutama di sekitar kampus IPB. Mahasiswa turun ke lapangan untuk mengajar selama 3 minggu. Selama itu juga kita melaksanakan beberapa subproker spt forum orang tua dan forum guru, kelas inspirasi, agricultural education, festival anak dan perayaan 17 agustus-an. IPB mengajar juga memiliki kegiatan rutin setiap minggu di Desa Balebak, Kampus IPB Dramaga. Mengajar adik adik baik akademik maupun non akademik.

%d bloggers like this: