Minggu (19/11/2017) — Writing Class yang diselenggarakan oleh IPB Mengajar menghadirkan pembicara dari Kinomedia Writer Academy dan OSPEK Indonesia Chapter Bogor untuk berbagi ilmu, pengalaman serta tips dan trik seputar kepenulisan. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kuliah Pinus 2 Fakultas Pertanian Kampus IPB Dramaga, diikuti oleh Pengajar Inspiratif IPB Mengajar. Kegiatan berupa pelatihan menulis dasar dilakukan dalam rangka mempersiapkan buku kedua IPB Mengajar yang bertajuk Jejak Inspirasi 2. Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta dapat memperoleh ilmu seputar kepenulisan, mampu menuangkan gagasan ke dalam bentuk cerita yang dapat menginspirasi para pembaca untuk bergerak di bidang serupa, serta mampu menghasilkan karya yang berdaya jual tinggi.

Kegiatan hari ini diawali dengan tilawah oleh Agung Kurniawan. Kemudian dibuka dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Dwi Andri Mardani. Kegiatan selanjutnya adalah pengenalan OSPEK Indonesia Chapter Bogor yang disampaikan oleh Ketua Pengurus OSPEK Indonesia Chapter Bogor, Cinthya Karina. OSPEK (Obrolan Santai Penulis Kreatif) adalah sebuah komunitas yang bergerak di bidang literasi. OSPEK memiliki beberapa program kegiatan, di antaranya Writing Project; Kampanye Literasi; Bincang Karya: dan Proyek Menulis. OSPEK memiliki sebuah main goal, yaitu menciptakan generasi penuh karya menuju kembali megahnya literasi Indonesia. Sejalan dengan tujuan inilah OSPEK sangat mengapresiasi langkah IPB Mengajar yang sedang mempersiapkan buku Jejak Inspirasi 2.

 

Novanka Raja, founder Kinomedia Writer Academy, selanjutnya memulai pelatihan menulis dasar. Selaku mentor menulis, Novanka berusaha untuk menggugah para peserta untuk mencari di dalam diri mereka, alasan mereka menulis. Sebab sebagian besar orang menulis buku tidak memiliki alasan kuat mengapa mereka melakukannya. Penting bagi kita untuk memiliki alasan kuat untuk menulis buku dan memahami alasan tersebut. Dengan demikian kita tahu akan bersikap seperti apa dalam berkarya, memilih jenis cerita, gaya bahasa, dan market.

 

Setelah peserta menemukan alasan kuat mengapa mereka menulis buku dan memahami alasan tersebut, selanjutnya adalah menentukan jenis tulisan yang akan ditulis. Ada banyak sekali jenis atau genre tulisan. Novel, cerpen, puisi, artikel, blog, jurnalistik, dan seterusnya. Namun yang paling penting adalah bagaimana kita merasa nyaman dan menikmati apa yang kita tulis. Selain itu ada juga beberapa faktor yang mempengaruhi jenis tulisan, di antaranya: kepribadian penulis; pengetahuan penulis; pergaulan atau lingkungan penulis; kegemaran membaca buku; menonton film; dan mendengarkan musik.

 

Lalu muncul pertanyaan, “Bagaimana kita menentukan bahan atau tema apa yang harus kita tulis? Bukankah ada banyak sekali ide dan imajainasi yang rasanya bisa kita tulis?”
Jawaban sang mentor adalah, “Tulislah yang menggetarkan hatimu. Yang membuatmu merasa bergetar dan bersemangat untuk segera menuliskannya.”

 

Setelah memperoleh suatu motivasi yang kuat untuk menulis, peserta kemudian mempelajari teknik menulis. Peserta pun diperkenalkan dengan unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah cerita, di antaranya: tema; ide; tokoh; setting; plot atau alur cerita; sudut pandang; konflik; ending dan gaya bahasa.

 

Pada sesi ini peserta diminta untuk menulis judul sebuah cerita dengan tema pendidikan yang akan mereka tulis menjadi sebuah buku. Satu persatu judul dari para peserta dibacakan dan dipilih yang paling menarik minat orang untuk membacanya. Peserta dengan tiga judul terbaik memperoleh hadiah buku dari mentor menulis.

 

Kemudian setelah memahami setiap unsur dalam cerita, peserta mulai berlatih menulis. Peserta diajarkan sebuah teknik menulis yang disebut Puzzle Writing. Puzzle Writing adalah sebuah teknik menulis dengan cara menggabungkan beberapa fragmen ide tulisan yang sudah dibuat atau ada sebelumnya. Untuk mampu menulis dengan teknik ini penulis harus memahami tentang outline cerita atau kerangka cerita yang akan dibangun menjadi paduan dalam menulis cerita utuh.

 

Pada sesi ini peserta diminta untuk membuat outline dari ide cerita pada sesi sebelumnya. Para peserta begitu antusias selama sesi ini berlangsung. Dalam waktu yang terbilang singkat, sudah banyak peserta yang berhasil menyelesaikan outline. Peserta dengan outline cerita yang paling dipahami oleh audiens, mendapatkan hadiah sebuah buku dari mentor menulis.

“Pelatihan menulis bareng OSPEK seru banget. Penyampaian materi yang kaya tapi santai dan ringan bikin menulis terasa lebih enjoy. Terimakasih OSPEK. Semoga semakin maju dan menginspirasi.” ungkap Fatimah, salah satu peserta, di penghujung acara.

 

Lewat pukul 12 siang, kegiatan Writing Class pun ditutup dengan pembacaan doa oleh Agung Kurniawan yang membuat suasana menjadi hening dan sunyi. Keheningan dan kesunyian tersebut berhasil menciptakan suatu perasaan kerendah-hatian yang seharusnya dimiliki penulis. Dengan rendah hati penulis memperoleh input dari orang-orang, membaca banyak artikel dan buku, menyerapnya ke dalam otak, dan meramunya menjadi suatu bentuk tulisan. Tanpa rendah hati, tanpa mau membuka hati, dan hanya mengandalkan intelektualitas sendiri, sulit menjadi penulis yang baik. Para peserta yang hadir pada kegiatan hari ini pun diharapkan dapat menanamkan sifat tersebut dalam dirinya. Selain itu dengan ilmu, semangat dan motivasi baru yang diperoleh para peserta, diharapkan dapat membantu mereka dalam proses penulisan buku Jejak Inspirasi 2. Dan dengan terciptanya karya ini diharapkan mampu menginspirasi pergerakan pendidikan di daerah marjinal sehingga dapat berdampak pada kemajuan di daerah-daerah prasejahtera.

Oleh: Cinthya Karina

%d bloggers like this: