Kebersamaan komunitas Bogor di Bogor Ngariung akan berusia empat tahun, untuk bisa lebih berkembang, Bogor Ngariung mengadakan evaluasi pada tanggal 23 Desember 2017 di Sekolah Alam Bogor.

Peserta Ngariung Komunitas sedang berdiskusi bersama kelompok masing-masing tentang Bogor Ngariung.

 

 

 

Setelah sepakat untuk membangun wadah bersama sejak 8 Maret 2014, komunitas dan organisasi pegiat perubahan Bogor yang tergabung di Bogor Ngariung sudah mengadakan berbagai kegiatan bersama dan kolaborasi. Mimpi besar Bogor Ngariung berupa kegiatan pameran komunitas bertajuk Bogor Hujan Komunitas juga sudah dilaksanakn pada tanggal 30 September – 1 Oktober 2017. Untuk itu, agar dapat berkembang Bogor Ngariung mengadakan evaluasi Bogor Ngariung di mata komunitas yang difasilitasi oleh Indri Guli, Founder Berkawan Indonesia yang juga Koordinator Penulisan Bogor Ngariung. “Pada kegiatan ini, kami ingin menggali pendapat kawan-kawan mengenai Bogor Nariung dan juga harapannya terhadap Bogor Ngariung, kami mengapresiasi seluruh harapan kawan-kawan yang menginginkan Bogor Ngariung terus hadir dan dapat mewadahi komunitas Bogor,” ujar Nurhuda Anwar (Ace), koordinator offline Bogor Ngariung.


Ngariung yang dihadiri oleh 30 komunitas dari berbagai komunitas dan organisasi pegiat perubahan di Bogor ini berlangsung cukup mendekatkan dengan games dan konsep evaluasi yang penuh tantangan. Berbagai pendapat pun berhasil digali dan disampaikan kepada seluruh komunitas yang hadir. Salah satunya Mirsa D. Awawin yang mewakili Inovasia Indonesia yang menceritakan bahwa kerap kali mendapatkan apresiasi dari kawan-kawannya di luar kota akan hadirnya Bogor Ngariung di Bogor. “Ada banyak kawan saya yang bertanya tentang Bogor Ngariung, bagi saya, Bogor Ngariung itu wow di luar, namun bukan berarti kita lengah, kita harus tetap kerja keras, butuh niat baik, kolaborasi, dan sinergisitas antar komunitas,” jelas Mirsa D. kepada kawan-kawan yang hadir.

 

 

 
Selain Mirsa D, Kang Rafiq, seorang pewarta Bogor yang juga aktif berkomunitas menyampaikan bahwa Bogor Ngariung harus jadi seperti udara, tidak terlihat namun bermanfaat, selain itu Kang Rafiq juga berharap agar Bogor Ngariung dapat memperkenalkan komunitas dan bukan BN-nya yang dikenal, dan selain itu komunitas juga jangan hanya datang ngariung lalu pulang, melainkan harus tetap menjaga silaturahim dengan yang lain. Selain Kang Rafik, Lubis dari Program Penyelenggara Beasiswa Yatim Piatu juga menyampaikan pendapatnya akan hadirnya Bogor Ngariung. “Kami dari PPBY mengucapkan terima kasih atas hadirnya Bogor Ngariung, awalnya kami hanya dari komunitas kampua dan hanya di kenal di kampus Akademi Kimia Analis Bogor, namun berkat hadirnya Bogor Ngariung, alhamdulillah kami bertambah teman dan sangat bermanfaat untuk komunitas kami, utamanya bantuan kawan-kawan dalam bentuk donasi untuk adik-adik yang kami bantu,” ujar Lubis dari PPBY.

 

 

 
Robby Firliandoko, Koordinator Utama Bogor Ngariung mengucapkan terima kasih atas pendapat dan harapan dari kawan-kawan yang hadir, setelah itu, ia bersama koordinator lainnya akan mengadakan kumpul untuk membahas program kerja Bogor Ngariung.