Perhumas Muda Bogor Foto bersama Ibu Rizka

Perhumas Muda Bogor Foto bersama Ibu Rizka


 

PERHUMAS Indonesia telah sukses menghelat Konvensi Nasional Humas 2016 di Bandung pada tanggal 27-28 oktober 2016 lalu. KNH 2016 yang menghasilkan kesepakatan di antaranya menetapkan Hari Humas Nasional pada tanggal 27 oktober lalu dihadiri oleh praktisi dan akademisi Humas se-Indonesia.

Selain kesuksesan KNH 2016 yang menghasilkan beberapa hasil selain menetapkan Hari Humas Nasional, perubahan kode etik Perhumas dan pembuatan roadmap Humas Indonesia juga menjadi hasil yang luar biasa pada KNH 2016 ini, selain kesuksesan kegiatan, ada hal lain yang mewarnai KNH 2016 menjadi lebih Indonesia, yaitu hadirnya PERHUMAS Muda Bogor yang hadir dengan menggunakan pakaian khas Sunda, yaitu baju Kampret dan ikat kepala Totopong. Adapun tujuan penggunaan pakaian itu adalah sebuah upaya PERHUMAS Muda Bogor untuk memperkenalkan dan melestarikan pakaian sehari-hari masyarakat Sunda di ajang Nasional tersebut. “Ini bukti cinta kami terhadap Bogor, kami ingin memperkenalkan budaya Sunda khususnya Bogor.” Penjelasan Reyhana Zahra yang merupakan sekretaris dari PERHUMAS Muda Bogor.

20161027_191430Pemakaian baju keseharian masyarakat Sunda oleh PERHUMAS Muda Bogor sangat terlihat saat kegiatan Malam Penganugerahan yang bertajuk Malam Budaya, meskipun bertema Malam Budaya, namun hanya PERHUMAS Muda Bogor yang mengenakan pakaian khas daerahnya, karena hampir semuanya menggunakan batik, selain di malam penganugerah, PERHUMAS Muda Bogor juga selalu menggunakan ikat kepala Totopong di saat sesi-sesi diskusi dan konvensi. Penggunaan pakaian khas daerah yang dilakukan oleh PERHUMAS Muda Bogor ini disambut baik oleh Rizka Septiana yang merupakan Kepala Bidang Pengembangan PERHUMAS Muda BPP Indonesia yang menyambut dan langsung mengajak foto bersama. “Bogor lucu banget, pake baju khas daerah gitu, saya ajak foto bareng aja.” Penjelasan Rizka Septiana setelah melalukan foto bersama.

Selain itu, PERHUMAS Muda Bogor juga menjelaskan apa itu baju Kampret, menurut penjelasan PERHUMAS Muda Bogor, baju Kampret adalah pakaian keseharian masyarakat Sunda, dinamakan kampret karena warnanya hitam seperti kelelawar yang di dalam bahasa Sunda disebut kampret, selain itu, PERHUMAS Muda Bogor juga menuturkan bahwa pakaianhttp keseharian masyarakat Bogor itu hanya ada dua warna, hitam dan putih, dan warna putih biasanya dikenakan oleh sesepuh atau tokoh adat, selain pakaian, ikat kepala Totopong juga pakaian sehari-hari yang jenis dan cara memakainya sangat beragam. Penggunaan pakaian keseharian ini upaya PERHUMAS Muda Bogor untuk mengajak kawan-kawan PERHUMAS Muda lain untuk melestarikan budayanya dan menggunakan pakaian khas daerah saat kegiatan-kegiatan berikutnya. “Semoga KNH 2017 dan seterusnya semakin berwarna dan Indonesia karena kawan-kawan lain datang dengan pakaian khasnya masing-masing.” Harapan Rizqy Fadillah yang merupakan Pengurus PERHUMAS Muda Bogor.

20161027_185605

%d bloggers like this: