Hari ini (31/3/2018), akhirnya saya bisa mewujudkan keinginan sejak lama untuk ikut kegiatan mulung sampah dari Komunitas Peduli Ciliwung yang dilakukan setiap hari Sabtu. Senang dan sedih campur aduk jadi satu. Senang karena bisa ikut terlibat dan sedih karena banyaknya sampah yang didapatkan. Entah ini menjadi prestasi atau harusnya dievaluasi, kami mengumpulkan sampah sebanyak 40 karung atau sekitar satu ton sampah hanya dalam waktu dua jam kegiatan.


Selain itu, puluhan Pemuda Bogor dari berbagai komunitas seperti Kompak, Komedi, Pusmi, Himpunan Mahasiswa Pengolahan Limbah Industri AKA Bogor, SMK Kehutanan Bakti Rimba, Relawan PMI, SDA Ciliwung-Cisadane dan remaja Bogor lainnya yang terlibat di kegiatan hari ini juga menjadi warna yang asyik di kegiatan mulung sampah hari ini.


Dan, ada hal yang lebih menyentuh hati saya dari hal di atas adalah di saat sesi diskusi, di mana Oom Parno (45) menceritakan asal usul KPC yang sudah bergerak selama kurang lebih 10 tahun dan menyampaikan kembali pesan dari almarhum Hapsoro, pendiri KPC yang mangkat sekitar empat tahun lalu kepada Oom Een, pegiat lingkungan yang juga petinggi INFIS. “En, kamu sudah bergerak di bidang lingkungan bertahun-tahun, sudah terbang ke berbagai kota dan negara, tapi, apa kontribusi kamu untuk Bogor, bisakah kamu sempatkan waktu barang 2 jam saja dalam satu minggu untuk Bogor, untuk Ciliwung,” pesan Kang Hapsoro yang saya rasa bukan hanya untuk Oom Een, melainkan juga untuk kita.


Jadi, bisakah kita luangkan waktu barang sejam atau dua jam dalam seminggu saja untuk lingkungan sekitar, kota dan negara ini. Semoga hasil kegiatan dan diskusi ini bisa menjadi bahan refleksi bagi kita semua sebagai pemuda Bogor.

Terima kasih,

Salam Ngariung,

Salam Perubahan.

Ditulis oleh Robby Firliandoko

Foto oleh Suparno

%d bloggers like this: