Bogor, 28 September 2017 – Bogor Ngariung merupakan sebuah wadah silaturahmi dan kolaborasi antar komunitas dan organisasi pegiat perubahan di Kota maupun Kabupaten Bogor. Wadah yang didirikan pada tahun 2014 lalu ini berasal dari sebuah inisiatif dari beberapa komunitas di Bogor yang selama ini selalu bergerak sendiri tanpa tahu ada komunitas lain di sekitarnya. Pada tahun tersebutlah Robby, Ace, Dani, dan Bahri mencoba untuk menemui perwakilan dari setiap komunitas di Bogor serta mengundangnya di salah satu sudut Kota Bogor.
Bogor Ngariung adalah buah pikiran dan harapan agar dengan bersatunya pemuda dan pemudi Bogor dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Berawal dari pertemuan pertama dan terus berlanjut hingga kumpul-kumpul selanjutnya, Bogor Ngariung bersama teman-teman komunitas lainnya aktif dalam mengadakan diskusi komunitas hingga aksi-aksi lainnya, seperti aksi pungut sampah di Hutan Kota Ahmadyani, tanam pohon, lapak baca, hingga permainan tradisional telah dilakukannya.
Saat ini sudah ada 93 komunitas dan organisasi yang tergabung dengan wadah komunitas dan organisasi pegiat perubahan yang sudah meluncurkan satu buah buku kolaborasi ini. Semua komunitas tersebut terbagi kedalam 8 bidang, di antaranya; pendidikan, lingkungan, sejarah dan budaya, literasi, media dan komunikasi, sosial, olahraga, dan seni.

Komunitas Bogor sedang melakukan aksi tanam pohon.

Semua komunitas yang memiliki bidang fokus masing-masing merupakan komunitas pegiat perubahan.
Pergerakan mereka dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.
“Dengan bergeraknya teman-teman di komunitasnya masing-masing, diharapkan dapat mengatasi setiap permasalahan yang ada di lingkungannya,” ujar Robby, Koordinator Bogor Ngariung.
Sejak awal dibentuknya Bogor Ngariung, ada satu mimpi yang muncul dari benak teman-teman komunitas, yakni ingin membuat suatu ajang pameran komunitas terbesar di Bogor. Sejak akhir tahun 2016 tercetuslah ide untuk mewujudkannya. Ajang pameran komunitas tersebut diberi nama Bogor Hujan Komunitas.

Selain Bogor yang selalu disebut sebagai Bogor Kota Hujan, ternyata banyak semangat pemuda dan pemudi Bogor melalui pergerakan komunitasnya bak hujan yang membasahi tanah Bogor.
Ajang pameran Bogor Hujan Komuitas ini diselenggarakan pada 30 September – 01 Oktober 2017, yaitu bertepatan pada hari komunitas nasional yang jatuh pada tanggal 28 September.

Foto bersama komunitas Bogor saat belajar tentang ilmu sejarah dan budaya di Pulo Geulis

Acara ini digelar di GOR Padjajaran, Kota Bogor dan merupakan buah kerja sama antara Bogor Ngariung denga Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor.

 

H. Eko Prabowo selaku Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor menyambut baik kegiatan komunitas dan organisasi pegiat perubahan yang ada di Kota Hujan. Pria yang akrab disapa Danjen juga mengajak masyarakat untuk beramai-ramai datang ke acara Bogor Hujan Komunitas dan setelah itu bersama-sama melakukan perubahan. “Kami bangga dengan kreativitas komunitas Bogor, oleh karena itu kami sambut baik dan kami menjalin hubungan baik dengan Bogor Ngariung sejak 2015, oleh karena itu kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk hadir ke kegiatan Bogor Hujan Komunitas pada tanggal 30 September sampai 1 Oktober mendatang di Gor Padjajaran,” ajak Kadispora Kota Bogor.

Komunitas Bogor selesai melakukan aksi bebersih hutan kota A. Yani

Acara yang berlangsung selama dua hari ini akan diisi oleh Dr. H. Bima Arya (Walikota Bogor), Resza Adytia (KALAM), Kitabisa.com, H. Eko Prabowo (Kepala Dispora Kota Bogor), Doddy M. (Indonesia Community Network), Panji Aziz (ISBANBAN), Kompas, Urban Sakola, PERHUMAS Muda Bogor, Kelas Bogor, Earth Hour Bogor, OSPEK Bogor. Dan dimeriahkan oleh; Bogor Cinema, My Secret Identity, Mery Celeste, The Mentawais, Teather Leuwilian, Beatbox Bogor, Bogor Blues Community, Bogor Raya Drumer, Komunitas Dongeng Kota Hujan, Paguyuban Mojang Jajaka Kota Bogor, Perempuan Puisi, dan Bogor Magician Community.

Selain itu akan ada berbagai pameran komunitas dengan berbagai produk dan kegiatan mereka.