haibogorngariung@gmail.com Sign In | Sign Up

“Apapun yang dilakukan oleh seseorang itu, hendaknya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya”. Ki Hadjar Dewantara
Demikian yang tercermin dari komunitas yang satu ini. Bermula dari tiga orang alumni SMA Negeri 1 Bogor yaitu kak Anggun, Kak Sela, dan Kak Mario yang pada awalnya bergabung dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di kampung Kebon Jukut bersama dengan drg. Wan Aisyah (Umi Awan) yang terlibat aktif bersama ibu PKK Kota Bogor. Dengan inisiatif memberdayakan serta mencegah hal-hal negatif agar tidak terjadi pada anak-anak di sana, mereka melakukan penilaian kebutuhan dan pada akhirnya mendirikan komunitas pendidikan bernama Terminal Hujan.

 

Terminal hujan (TH) merupakan sebuah gerakan sosial independen yang berfokus terhadap pendidikan anak dan pemberdayaan ekonomi orang tua di wilayah perkampungan belakang Terminal Baranangsiang Kota Bogor yang didirikan sejak 12 Juni 2011.
Melihat kondisi lingkungan terminal yang menimbulkan kekhawatiran akan dampak negatif, seperti malas belajar, rendahnya kemampuan baca tulis hitung, adanya ancaman drop out, dan terutama turun ke jalan menjadi pengamen maka dibentuklah Terminal Hujan sebagai wadah untuk mengantisipasi segala hal tersebut terjadi kepada anak-anak yang bertempat tinggal di sana.

 

Mengapa di namakan Terminal Hujan? Karena pada dasarnya rutinitas kegiatan belajar mengajar hanya berlangsung tepat di belakang Terminal Baranangsiang dan ‘hujan’ sendiri identik dengan kota bogor sebagai kota hujan. Lokasinya berada di halaman KUA Baranangsiang, Jl. Riau No. 3.

 

TH memiliki cara tersendiri untuk terus berjuang bersama kawan-kawan lainnya hingga saat ini. Wakil Ketua Bidang Humas Yahya menuturkan bisa bertahan hingga detik ini tentunya pencapaian yang luar biasa untuk TH. “Saya sendiri percaya bahwa kami di sini berjuang bersama-sama karana ingin memajukan pendidikan anak-anak di kp. Kebon Jukut. Jadi segala upaya yang mengarah ke cita-cita tersebut terus diperjuangkan,” kata Yahya.
Menurut Yahya ada beberapa langkah untuk menuju ketercapaiannya cita-cita tersebut, mulai dari memberikan hadiah bagi yang mendapatkan ranking, beasiswa, sampai pengembangan ekonomi orang tuanya. Karena jika hanya mengejar pendidikan anak-anak di sana agar terus bagus tapi tidak ada dukungan beasiswa dan ekonomi orang tua, cita-cita tersebut akan sulit dicapai.
Sampai saat ini TH sudah berdiri selama 6th, tentunya dengan kepercayaan orang tua dan anak didik yang selalu mendukung keberlangsungan kegiatan dari Terminal Hujan. Orang tua peserta yang sudah bergabung dengan TH selama 5th Ibu Siti Sarinah menuturkan memilih memasukan anaknya ke TH karna di sini jadi lebih banyak mengenal orang baru dan mendapatkan ilmu yang lebih variatif. “Saya juga merasa bahwa TH sangat peduli terhadap kesejahteraan dari peserta didiknya, termasuk perihal keuangan, salah satunya anak saya mendapatkan beasiswa pendidikan dari TH,” kata Siti.
Terminal hujan menjadi salah satu dari sekian banyak komunitas pendidikan di kota Bogor, dengan cita-cita yang mulia dan tujuan komunitas yang jelas membuat komunitas yang satu ini dapat terus eksis dalam memajukan pendidikan di kampung Kebon Jukut, kota Bogor.
Komunitas yang memiliki kegiatan utama mengajar pendidikan lanjutan setelah di sekolah formal ini menyiapkan program pokok untuk anak didiknya mulai dari materi calistung (baca tulis hitung), materi pilihan seperti IPA, IPS, pengetahuan umum, Bahasa Inggris, kemudian softskills dan hardskills. Tidak hanya untuk anak-anaknya saja namun TH juga memiliki program pembinaan ibu-ibu dengan Divisi Community Development, ada juga program kakak-asuh, program TH Store dll. Kegiatan dilaksanakan setiap hari Minggu, pukul 09.00-11.00 WIB.

 

Saat ini adik binaanTH berjumlah sekitar 180 orang dengan latar belakang pendidikan mulai dari PAUD sampai SMA.
Adik binaan TH bukanlah anak jalanan, melainkan anak-anak yang tinggal di belakang Terminal dan beberapa daerah di sekitar Bogor.
Terminal Hujan juga selalu memberi kesempatan bagi teman-teman yang ingin berbagi ilmu namun tidak memiliki wadah untuk menyalurkan, teman-teman bisa menjadi volunteer pengajar dan tidak diperlukan syarat khusus untuk ikut serta, namun untuk ikut serta menjadi pengurus akan ada pemberitahuan lebih lanjut mengenai Open Recruitment Pengurus Terminal Hujan.
Informasi lebih lanjut bisa menghubungi @Terminalhujan atau website nya di Terminalhujan.org

 

Ditulis oleh: Tessa Susanti

Editor: Robby Firliandoko

Foto: Putri Hardiyanti

%d bloggers like this: