Urban Sakola, yups, merupakan singkatan dari ‘Urang Bantu Sakola’ yang dalam bahasa Sunda memiliki arti ‘Mari Bantu Sekolah’. Salah satu komunitas bidang pendidikan yang tergabung dalam wadah komunitas pegiat perubahan Bogor Ngariung. Bagi sebagian orang di wilayah Bogor, mendengar nama komunitas Urban Sakola mungkin sudah tidak asing lagi. Bagaimana tidak, komunitas ini sudah menginjak usia hampir ke-7 tahun dalam cita-citanya mewujudkan pemerataan pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai kebudayaan dan kearifan lokal.

Berawal dari kepedulian terhadap belum meratanya kualitas maupun sarana dan prasarana pendidikan khususnya di wilayah Bogor, membuat Mira Mulyani Muslihat, salah satu pemudi Bogor tergerak hingga akhirnya berinisiasi untuk membangun sebuah komunitas yang berfokus pada peningkatan kualitas mutu pendidikan dengan membantu sekolah di daerah-daerah pelosok.

Tepatnya pada tanggal 12 April tahun 2014, komunitas Urban Sakola didirikan dengan mengusung konsep membangun pendidikan yang berbudaya. Dengan tujuan, lebih mengenalkan serta menanamkan nilai-nilai budi pekerti berdasarkan kebudayaan dan kearifan lokal kepada adik-adik di tingkat dasar di berbagai sekolah maupun kampung yang dikunjungi.

Ya, itulah yang menarik dari komunitas Urban Sakola ini. Berbeda dengan komunitas pendidikan lainnya, Urban Sakola tidak memiliki tempat mengajar khusus di suatu tempat, melainkan berpindah-pindah tempat dari satu sekolah ke sekolah, maupun dari satu kampung ke kampung lainnya. Tentu dari Urban Sakola, kita belajar bahwa ternyata di wilayah Bogor sebagai daerah penyangga ibu kota masih banyak sekolah dan kampung yang membutuhkan bantuan kita bersama.

Budaya menjadi salah satu poin penting yang menjadi perhatian Urban Sakola. Kelunturan budaya, khususnya budaya Sunda yang terjadi di tengah-tengah masuknya budaya luar, dikhawatirkan akan menggerus budaya Sunda itu sendiri. Sehingga menjadi hal yang sangat penting untuk mengenalkan, menanamkan dan menguatkan kembali peran budaya dan kearifan lokal bangsa secara utuh ke dalam pendidikan dimulai dari tingkat dasar.

Adapun beberapa program yang rutin dijalankan Urban Sakola diantaranya mengajarkan budaya baik itu melalui cerita, sejarah ataupun alat musik. Selain itu, biasanya pada akhir kunjungan diadakan bakti sosial di sekolah ataupun kampung tersebut.

Dalam perjalanannya, Urban Sakola bukan tanpa hambatan dan permasalahan. Akan selalu ada sedikit maupun banyaknya tantangan untuk selanjutnya dijadikan pembelajaran dalam menaburkan serta berbagi kebaikan. Baru-baru ini, dalam acara Ngobrol Asik dan Produktif (NGOSIP) episode 5 “Masalah dan Solusi dalam Berkomunitas” bersama Urban Sakola yang disiarkan langsung di akun instagram Bogor Ngariung pada Sabtu (16/1/2021), Mira Mulyani Muslihat menuturkan bahwa salah satu permasalahan yang kerap dihadapi oleh komunitas yaitu terkait dengan permasalahan di internal komunitas.

Mira, sapaan akrabnya menyebutkan, selama 7 tahun perjalanan Urban Sakola ada beberapa hal yang menjadi kendala, khususnya pada saat awal-awal Urban Sakola didirikan. Permasalahan pertama yaitu sumber daya manusia atau relawan yang ikut bersama membangun Urban Sakola. Terkait dengan ini, perlu adanya kesamaan visi dan tujuan. Komitmen para relawan tentu sangat penting untuk membangun dan memajukan komunitas. Dalam membangun komitmen bersama tersebut, maka perlu adanya ikatan kebersamaan yang menumbuhkan keterikatan satu sama lain. Mira mencontohkan kegiatan yang sering dilakukan yaitu seperti menghabiskan waktu bersama-sama dengan mengadakan hal-hal kecil yang secara tidak sadar dapat menjalin kebersamaan.

Kedua, yaitu masalah komunikasi internal. Dalam hal ini, semakin banyak orang maka akan semakin banyak ide, tetapi pun akan semakin banyak ego sehingga banyak terjadi kesalahpahaman. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini ialah dengan mendahulukan kepentingan bersama dan membuang jauh sifat ‘baper’. Maka diperlukan sosok yang bisa menjadi penengah sehingga permasalahan komunikasi tersebut dapat terselesaikan dengan baik.

Lalu kendala yang terakhir yaitu perihal pendanaan. Sama seperti pada komunitas umumnya, Mira mengatakan bahwa terkait dengan pendanaan ini Urban Sakola mengalami pasang surut. Tidak heran jika pendanaan berasal dari sumbangan para relawan-relawan itu sendiri.

Belajar dari pengalamannya tersebut, Mira berharap agar komunitas-komunitas di Bogor tetap semangat dan terus dapat bergerak memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat walaupun dalam keadaan sulit karena pandemi COVID-19 saat ini. Ke depan, Urban Sakola tetap berkomitmen untuk melestarikan kebudayaan, menyetarakan pendidikan di kota maupun di daerah sehingga dapat terwujud sesuai dengan tujuan dan cita-cita Urban Sakola didirikan.

Komunitas bukan hanya ada, tetapi juga harus beraksi. Tetap semangat, terlebih bagi teman-teman yang baru merintis komunitas agar jangan pernah menyerah dan jangan pernah lelah untuk terus berbuat baik.

Mira Mulyani Muslihat, founder Urban Sakola.

Untuk teman-teman yang tertarik mengenal lebih dalam Urban Sakola, silahkan ikuti Official Account Instagram/Facebook/Twitter: @urbansakola. Tonton juga keseruan live instagram NGOSIP eps. 5 “Masalah dan Solusi dalam Berkomunitas” bareng Urban Sakola di akun instagram @bogor.ngariung dan podcastnya di spotify.

Penulis : Acep Muhammad
Editor : Fikry Hawali