(19/01/2017) — Komunitas merupakan suatu kelompok yang di dalamnya setiap anggota disatukan oleh persaman visi dan misi serta tujuan. Tujuan yang hendak dicapai merupakan alasan yang melatarbelakangi terbentuknya sebuah komunitas. Hal tersebut dapat dilihat pada komunitas-komunitas yang ada di kota Bogor dan sekitarnya yang terbentuk berdasarkan kesamaan yang mereka miliki, mulai dari kesamaan hobi, bakat dan minat, seperti OSPEK Kinomedia Chapter Bogor, Perempuan Puisi, Back Packer Indonesia Chapter Bogor, Bogor Magician Community dan lain-lain. Selain itu ada juga komunitas sosial yang terbentuk atas dasar kesadaran sosial yang tinggi. Seperti Social Community, Turun Tangan, IPB Mengajar, Save Street Child dan lain-lain. Komunitas merupakan organisasi non profit yang di dalamnya setiap anggota merumuskan visi, misi, serta tujuan dan merealisasikan visi, misi, serta tujuan tersebut ke dalam suatu tindakan yang nyata dan bermanfaat. Dengan tujuan tersebut, komunitas pada umumnya bergerak untuk meningkatkan kesadaran pada masyarakat dengan menggerakkan kegiatan melalui sektor pendidikan, sejarah, seni, budaya, literasi dan lain-lain.

Dalam rangka untuk memperkenalkan komunitas-komunitas tersebut kepada masyarakat, komunitas Bogor yang tergabung di dalam wadah komunitas Bogor Ngariung, akan menyelenggarakan suatu pameran komunitas yang bertajuk Bogor Hujan Komunitas (BHK) di bulan September. Sebagai salah satu rangkaian dari event tersebut, Writing Project Buku Komunitas Bogor mulai digelar sejak bulan Januari. Dengan semangat siapapun bisa berkarya dan apapun bisa menjadi karya, komunitas-komunitas Bogor diajak untuk menciptakan suatu karya bersama tentang komunitas yang akan dibukukan. Buku komunitas Bogor diharapkan bisa menjadi media publikasi dan sosialisasi komunitas kepada masyarakat. Hal ini penting untuk dilakukan, sebab seorang penulis Indonesia yang termasyhur pernah berkata :

“Manusia boleh pandai setinggi langit, tetapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.”

Dalam hal ini komunitas bisa diartikan sama dengan manusia. Komunitas boleh memiliki cita-cita dan tujuan mulia, tetapi selama tidak ada yang menulis tentang komunitas, maka komunitas akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Oleh sebab itu, perwakilan komunitas dari setiap komunitas yang tergabung dalam kepanitiaan Bogor Hujan Komunitas dilibatkan dalam Writing Project Buku Komunitas Bogor. OSPEK Kinomedia Chapter Bogor pun tak ketinggalan untuk terlibat dalam project ini dengan mengirimkan satu orang perwakilan.

Writing Project Buku Komunitas Bogor dimulai dengan workshop menulis yang diselenggarakan oleh Divisi Penulisan Bogor Hujan Komunitas dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor pada hari Minggu tanggal 15 Januari 2017 di Aula Baehaqi P4W LPPM IPB Baranang Siang. Sebanyak 32 perwakilan komunitas mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Haqi Fadilla, pegiat komunitas Terminal Hujan, menjadi pembicara pertama yang menyampaikan materi seputar menulis itu asyik. Dilanjutkan oleh Novanka Raja, CEO dan Founder Penerbit Kinomedia Writer Academy, yang menyampaikan materi yang penuh wawasan seputar dunia penerbitan. Kemudian materi pelengkap yang terakhir disampaikan oleh Betta Anugerah, pegiat komunitas Arteri dan Perempuan Puisi, yang menyampaikan materi yang penuh inspirasi seputar menulis untuk perubahan. Materi-materi pelengkap tersebut menjadi pengantar untuk materi inti yaitu materi teknik menulis yang disampaikan oleh seorang mentor menulis yang merupakan dosen senior di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan sekaligus pegiat komunitas Kelas Bogor, yaitu Ibu Nur Utami Sariat Kurniati. Mentor menulis dibantu oleh lima orang fasilitator memandu peserta untuk menuliskan karya tentang komunitasnya.

“Acaranya asik dan seru. Banyak pengalaman baru yang diperoleh. Bisa mengenal  komunitas-komunitas baru. Saya juga belajar banyak tentang dunia menulis.” ungkap Ira Maryanti, peserta workshop menulis yang mewakili komunitas OSPEK Kinomedia Chapter Bogor.

Selain itu Rado Aurino Trimulyana dari komunitas Turun Tangan ikut menambahkan ,”Kegiatan ini sangat memotivasi saya untuk menulis. Sangat menginspirasi. Dan antusiasme pesertanya pun luar biasa. Harapannya semoga buku komunitas Bogor mendapatkan ruang bagi para pembaca yang ingin tahu tentang komunitas dan semoga menghasilkan  buku-buku yang lain.”

Workshop menulis akan dilanjutkan pada pertemuan kedua yang akan diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 22 Januari di Aula Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor. Kemudian Writing Project Buku Komunitas Bogor masih akan terus berlanjut sampai buku komunitas Bogor launching di bulan Maret bertepatan dengan HUT Bogor Ngariung ke-3. []

Oleh : Cinthya Karina
Diposting juga di kinomediawriter.co.id
%d bloggers like this: